Tampilkan postingan dengan label Industri Magetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Industri Magetan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2016

Industri Rumah Tangga dari Bambu Magetan


Kerajinan Bambu ini juga merupakan satu dari beberapa kerajinan yang ada di kota magetan, seperti kerajinan kulit dan batik sidomuktiSentra Kerajinan Bambu ini terletak di Desa Ringin Agung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Ketika kita melewati jalan aspal menuju desa ringin agung ini, nampak di sebelah kanan kiri jalan banyak kerajinan bambu yang sedang dijemur (misal :caping).
Produk dari kerajinan bambu ini diantaranya adalah caping. Menurut pembuat caping di desa ini, bahwa caping ini asli dari magetan, meskipun banyak terdapat di daerah lainnya, namun ada perbedaannya dengan caping dari daerah lain bila dilihat dari kawatan kuwung, jebabah, nitikan, jeperen. Caping ini dikirim di berbagai daerah di Indonesia seperti Sumatra, kalimantan dan kota-kota lainnya.



Sabtu, 12 Desember 2015

Sentra Gamelan Desa Kauman.Kabupaten Magetan.


Kayu, kuningan, dan kulit sapi jika berada di tangan-tangan handal bapak-bapak warga Desa Kauman menjadi sebuah gamelan yang dapat menghasilkan suara yang indah. Gamelan ini merupakan alat musik Jawa yang biasanya digunakan untuk mengiringi pementasan wayang, ludruk, dan campursari. Jenis gamelan tersebut diantaranya adalah gong, gambang, demung, suling, bonang, saron, slenthem, kemung, rebab, gender, kendang, kenong dan lain sebagainya. Jika datang ke sentra pembuatan gamelan ini, maka dapat sekaligus mempelajari cara pembuatan gamelan. Setelah belajar membuat, juga dapat mencoba bermain gamelan. Selain untuk alat musik, gamelan juga pantas untuk dijadikan pajangan. Di sentra pembuatan gamelan ini, menjual gamelan per paket dan juga dijual per buah. Industri gamelan ini dikerjakan secara tradisional, namun hailnya sangat memuaskan dan mengagumkan. Nada-nada yang dihasilkan juga selaras. Gamelan yang dihasilkan ini dipasarkan hingga ke luar area kabupaten Magetan.
Pembuatan gamelan ini juga membutuhkan waktu yang relatif lama, tergantung jenis gamelan yang dibuat. Hasil pembuatan gamelan ini juga diexport sampai ke luar negeri Lhoo…. Bahan-bahan gamelan ini sebagian besar terbuat dari perunggu. Belajar membuat gamelan juga dapat meningkatkan kreatifitas kita, Karena kebanyakan dari pembuatannya itu tergolong sangat sulit, butuh ketelatenan dan keahlian khusus agar nada-nada dari gamelan yang dihasilkan dapat pas dan selaras. Hingga saat ini gamelan yang masih sering digunakan yaitu untuk mengiringi pagelaran wayang kulit.


Selasa, 25 Agustus 2015

Motif Batik Sidomukti Magetan


Motif Batik Sidomukti Magetan atau yang lebih terkenal batik Pring Sedapur telah menjadi salah satu batik favorit Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Batik Pring Sedapur diproduksi di kampung batik yang bernama Sidomukti. Kampung batik Sidomuktiberada di kecamatan Plaosan kabupaten Magetan. Batik unggulannya ialah batik Pring Sedapur atau batik Sidomukti Magetan. Corak dan warna yang dimiliki pada motif batik Sidomukti Magetan sangat unik sekali karena pengaruh budaya kampung sidomukti yang berbeda dan cukup modis. Motif Batik Sidomukti Magetan cenderung memiliki motif dan warna yang segar. Corak yang digunakan diantaranya adalah perpaduan ikon-ikon flora dan fauna asli Indonesia. Motif Batik Sidomukti Magetan selain memiliki motif Pring Sedapur juga memiliki motif lain, seperti Jalak Lawu.

Pemilihan pring atau bambu sebagai ikon dari motif batik Sidomukti Magetan, ada filosofinya. Pring atau bambu merupakan pohon yang memiliki banyak falsafah atau kearifan lokal. Pring selalu tumbuh bergerombol, Hal ini mengajarkan bahwa sejatinya manusia tidak bisa hidup sendiri, Oleh karena itulah kerukunan dan kebersamaan harus selalu dijaga. Dari sebilah bambu juga, terdapat nilai perjuangan, karena dulu bambu dirubah menjadi bambu runcing yang digunakan sebagai senjata untuk menghadapi penjajah. Kita menyebut Batik sidomukti magetan bukan berdasar motif batik tapi karena nama desanya yatu sidomukti,sehingga tidak bisa kita samakan dengan motif batik sidomukti Solo dan motif batik sidomukti Yogyakarta. Hal ini bisa ditunjukkan dari motif yang terbentuk maupun filosofi yang terkandung didalam motif batik tulis tersebut.





Sabtu, 30 Maret 2013

Sejarah Industri Kerajinan Kulit Magetan

Sudah sejak lama Kabupaten Magetan dikenal sebagai penghasil kerajinan kulit. Kerajinan Kulit Magetan sudah terkenal memiliki kualitas dan kaewetan yang sangat baik namun dengan harga yang relatif lebih terjangkau jika dibandingkan produk kulit dari daerah lain. Dibalik maju dan berkembangnya industri kerajinan kulit di Magetan. Tahukan Anda Sejarah Industri Kerajinan Kulit Magetan
SEJARAH
Industri Kerajinan Kulit Magetan sudah melalui sejarah yang sangat panjang. Industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan sudah ada dan berlangsung sejak tahun 1830. Dipicu oleh berakhirnya Perang Diponegoro, para pengikut setia Pangeran Diponegoro yang tersebar di daerah timur sampai ke Magetan memulai usaha penyamakan kulit. Pada awalnya mereka membuat kerajinan kulit untuk perlengkapan berkuda dan berperang. Namun lama kelamaan usaha tersebut semakin berkembang, pernah sempat terhenti sementara pada masa pendudukan Jepang akan tetapi mulai bergeliat kembali setelah kemerdekaan Indonesia. 

Setelah masa kemerdekaan, para perajin kulit di Magetan mulai berani berkreasi dengan aneka model kerajinan kulit seperti Sepatu Kulit dan Sandal Kulit. Tercatat periode tahun 1950-1960 an adalah masa-masa keemasan Industri Kerajinan Kulit Magetan. Namun sangat disayangkan, pada tahun 1970-an industri kulit Magetan mengalami penurunan signifikan karena dipicu oleh semakin luasnya penggunaan barang berbahan dasar plastik serta kebijakan pemerintah pada saat itu yang memberi kebebasan ekspor kulit mentah seluas-luasnya. Hal ini berdampak pada industri kerajinan kulit dalam negeri yang semakin tidak berkembang.
DUKUNGAN PEMERINTAH
Seiring berjalanya waktu, pemerintah mencanangkan program REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun), mulai dibentuklah Departemen Perindustrian. Pemerintah mulai melakukan pembinaan untuk mengembangkan unit-unit usaha di daerah. Tidak terkecuali di Magetan, pemerintah mulai melakukan pembinaan dan pelatihan dasar untuk mengembangkan Industri Kerajinan Kulit Magetan. Pembinaan diberikan mulai dari ketrampilan dasar pembuatan kerajinan kulit dan pengembangan industri penyamakan kulit.

Pada awalnya kegiatan penyamakan kulit di Magetan masih tersebar di daerah-daerah dan belum terorganisir dengan baik. Oleh karena itu gubernur Jawa Timur pada saat itu meresmikan Lingkungan Industri Kulit (LIK) di Magetan. Sebagai wadah berkumpul para pengusaha penyamakan kulit di Magetan.



Dengan dibangunya Lingkungan Industri Kulit (LIK), secara berangsur-angsur para penyamak kulit yang tersebar di Magetan mulai memindahkan kegiatan usahanya ke dalam lingkungan LIK. Usaha pemerintah ini terbukti berhasil. Karena dengan dibangunya LIK maka akan mepermudah dala melakukan kegiatan pambinaan terhadap para perajin. Pemerintah mulai mendorong Industri Kulit Magetan dengan penerapan kegiatan industri berbasis teknologi. Sehingga Industri Kulit Magetan bisa menghasilkan produk kulit berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional.
JALAN SAWO
Seiring berjalanya waktu, Industri Kerajinan Kulit Magetan berpusat di Kelurahan Selosari Magetan. Para perajin kulit mendirikan toko di daerah Jalan Sawo MagetanSentra Kerajinan Kulit di Jalan Sawo mulai dirintis pada tahun 1960-an. Pemilihan Jalan Sawo Magetan berdasarkan lokasinya yang sangat strategis. Yaitu terletak di jalur yang dilalui kendaraan pariwisata yang hendak menuju ke objek wisata Telaga Sarangan. Telaga Sarangan adalah objek wisata unggulan Kabupaten Magetan. 




Industri Kulit di Jalan Sawo Magetan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Para perajin sudah memiliki toko untuk memajang hasil kerajinan kulitnya sendiri. Terhitung pada tahun 2013 industri kerajinan kulit Jalan Sawo Magetan memiliki 14 Unit Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan jumlah tenaga kerja mencapai 223 orang.



Perkembagan produksi kerajinan kulit Magetan juga diimbangi dengan perkembangan pemasaran produk. Saat ini kegiatan pemasaran produk kulit Magetan tidak hanya memenuhi permintaan lokal di pulau Jawa melainkan juga sudah merambah ke pasar regional meliputi pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, kepulauan Nusa Tenggara, hingga ke Papua. Seiring dengan perkembangan teknologi, Sepatu Kulit Magetan mulai dipasarkan secara digital melalui internet. Hal ini semakin mendorong berkembangnya Industri Kerajinan Kulit Magetan.